Kritik Tajam untuk Bupati Kampar: Sibuk Kunjungan, Lupa Rakyat Sendiri

Kampar (Matariaubertuah.com), — Kepemimpinan Bupati Kampar, Ahmad Yuzzar, kembali menjadi sorotan publik. Kritik kali ini datang dari Alex, mantan Ketua Mahasiswa asal Kampar Kiri, yang menilai bahwa kinerja Bupati belum menyentuh langsung kepentingan masyarakat, khususnya di wilayah pinggiran yang kerap terabaikan.

Menurut Alex, hingga saat ini, agenda kerja Bupati Kampar lebih banyak dipenuhi kegiatan seremonial dan kunjungan protokoler, tanpa diimbangi dengan capaian program konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Yang kami lihat, Bupati sangat sibuk dengan kunjungan-kunjungan dan acara formalitas. Tapi mana dampaknya untuk rakyat? Apa ada satu program nyata yang benar-benar menyentuh warga Kampar Kiri? Tidak ada,” ujar Alex tegas, Kamis (1/8).

Ia juga menyoroti minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten terhadap wilayah Kampar Kiri. Menurutnya, daerah tersebut seolah sengaja dikesampingkan karena bukan menjadi basis pendukung politik.

“Seolah-olah karena Kampar Kiri bukan wilayah basis suara, maka kami bukan bagian dari Kampar. Padahal kami juga warga kabupaten ini. Cara berpikir seperti ini keliru dan menciptakan ketimpangan yang nyata,” lanjutnya.

Alex tidak hanya menyoroti kondisi Kampar Kiri, tetapi juga menyinggung stagnasi pembangunan di wilayah lain seperti Kecamatan Tapung dan desa-desa sekitarnya. Ia menyebut, infrastruktur rusak, minimnya program pemberdayaan, serta tidak meratanya alokasi anggaran menjadi bukti lemahnya perhatian pemerintah daerah.

“Tapung hari ini seperti dilupakan. Jalan rusak, pembangunan stagnan, dan tidak ada geliat pemberdayaan masyarakat. Sementara Pak Bupati lebih sering terlihat di Pekanbaru daripada hadir langsung ke desa-desa yang membutuhkan perhatian,” kritiknya.

Lebih jauh, Alex mempertanyakan keberpihakan dan fokus kepemimpinan Bupati yang terkesan lebih aktif membangun relasi di ibu kota provinsi daripada membenahi daerah yang dipimpinnya.

“Kalau memang lebih suka urus Pekanbaru, kenapa tidak mencalonkan diri sebagai Wali Kota Pekanbaru saja? Jangan gunakan jabatan Bupati Kampar hanya untuk membangun jaringan dan bisnis pribadi di luar daerah,” sindirnya.

Sebagai penutup, Alex meminta Bupati Kampar untuk mengevaluasi kembali arah kepemimpinannya. Jika tidak lagi memiliki komitmen kuat untuk mengabdi kepada seluruh masyarakat Kampar tanpa diskriminasi politik, maka sebaiknya mempertimbangkan untuk mundur.

“Kampar tidak butuh pemimpin yang hanya mengurus kelompoknya dan kloninya. Kampar butuh pemimpin yang benar-benar hadir dan bekerja untuk seluruh rakyat, tanpa tebang pilih,” pungkas Alex.(rls)


Diterbitkan

dalam

oleh

Tags: