Pekanbaru (Matariaubertuah.com)– Permasalahan banjir di Kota Pekanbaru masih menjadi tantangan besar yang belum terselesaikan hingga saat ini. Meski berbagai program telah dicanangkan dan masterplan penanganan banjir sudah disusun, pelaksanaannya dinilai belum maksimal akibat keterbatasan anggaran.
Mulai tahun depan, DPRD Kota Pekanbaru bersama Pemerintah Kota bersepakat mempercepat langkah penanganan banjir, dengan target kondisi kota jauh lebih aman dari genangan pada 2026.
Ketua DPRD Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid, mengatakan bahwa upaya mengatasi banjir membutuhkan proses panjang.
“Memang tidak bisa selesai dalam satu atau dua tahun. Butuh waktu. Tetapi minimal di tahun 2026 kita harapkan Pekanbaru tidak lagi dikepung banjir saat hujan deras,” ujar Isa, Kamis (27/11/2025).
Isa menyebut, hampir seluruh wilayah permukiman di kota ini memiliki titik rawan banjir, baik berupa genangan ringan maupun banjir besar. Oleh sebab itu, menurutnya, penanganan yang lebih menyeluruh perlu segera dilaksanakan mulai tahun depan, dengan dukungan anggaran yang cukup dan perencanaan teknis yang lebih terarah.
Ia menekankan bahwa perbaikan sistem drainase harus menjadi prioritas utama. Mulai dari peningkatan saluran tersier hingga perbaikan drainase utama yang melibatkan kewenangan Pemko, Pemprov Riau, hingga pemerintah pusat.
“Penanganannya harus terintegrasi, tidak bisa berdiri sendiri. Karena kewenangan setiap level pemerintahan berbeda-beda,” jelasnya.
Saat ditanya terkait besaran anggaran yang akan dialokasikan dalam APBD 2026, Politisi PKS tersebut menyebut pembahasan masih berlangsung sehingga belum dapat menyebut angka pasti.
“APBD masih kita bahas,” ucapnya.
Meski begitu, ia memastikan DPRD dan Pemko memiliki komitmen yang sama untuk memperkuat upaya pengendalian banjir dengan alokasi anggaran yang lebih memadai pada tahun mendatang. (rpc)
