Operasi Lilin Lancang Kuning 2025, Polda Riau Turunkan 1.160 Personel Amankan Nataru

Pekanbaru (Matariaubertuah.com)– Kepolisian Daerah (Polda) Riau resmi menggelar Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 guna mengamankan rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 di wilayah Provinsi Riau. Operasi pengamanan ini akan berlangsung hingga 2 Januari 2026.

Sebanyak 1.160 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut, yang terdiri dari unsur Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait. Kesiapan pengamanan ditandai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan di halaman Mapolda Riau, Jumat (19/12/2025) sore.

Kapolda Riau menyampaikan bahwa Operasi Lilin Lancang Kuning merupakan operasi kewilayahan terpusat yang bertujuan menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama momentum Nataru.

“Operasi ini dilaksanakan secara terpadu di seluruh wilayah Provinsi Riau. Seluruh unsur hadir dan bersinergi untuk memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru berjalan aman dan kondusif,” kata Irjen Herry.

Dalam pelaksanaannya, aparat keamanan memfokuskan pengamanan pada berbagai objek vital dan pusat aktivitas masyarakat. Tercatat sebanyak 1.468 gereja menjadi sasaran pengamanan, selain 30 pusat perbelanjaan, 15 terminal, 4 bandara, 22 pelabuhan, 141 objek wisata, serta 93 titik kegiatan perayaan Tahun Baru.

Untuk menunjang kelancaran tugas di lapangan, Polda Riau mendirikan 53 pos pengamanan yang terdiri atas 31 pos pengamanan, 16 pos pelayanan, dan 6 pos terpadu. Pos-pos tersebut tersebar di sejumlah lokasi strategis di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Kapolda Riau juga mengimbau masyarakat agar merayakan Natal dan Tahun Baru secara sederhana. Hal ini, menurutnya, merupakan bentuk kepedulian dan empati terhadap warga di sejumlah daerah lain yang masih terdampak bencana.

“Kami mengajak masyarakat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan sederhana, tidak melakukan konvoi atau perayaan berlebihan di ruang publik, sebagai wujud empati sosial terhadap saudara-saudara kita yang sedang dalam masa pemulihan,” ujarnya.

Sementara itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa apel gelar pasukan mencerminkan kesiapan seluruh unsur dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai potensi gangguan, termasuk kemungkinan cuaca ekstrem selama periode libur Nataru.

“Kegiatan ini menunjukkan kesiapan Polda Riau bersama seluruh instansi terkait. Dengan kerja sama yang solid, berbagai potensi hambatan dapat diantisipasi sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman,” ungkapnya.

Mayjen Agus juga mengingatkan pentingnya menumbuhkan empati dan kepedulian sosial dalam perayaan Nataru, khususnya terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.

Melalui Operasi Lilin Lancang Kuning 2025, aparat gabungan berkomitmen mengawal seluruh rangkaian kegiatan Natal dan Tahun Baru, mulai dari pelaksanaan ibadah hingga mobilitas masyarakat, agar berlangsung aman, tertib, dan lancar. (rpc)

 


Diterbitkan

dalam

oleh